Gawang klub Belgia yang dikawal kiper asal Hungaria, Laszlo Koteles, itu bergetar lima kali tanpa sanggup membalas sekali pun. Di paruh pertama, The Pensioners bahkan sudah memimpin 4-0 lewat sepasang gol Fernando Torres, dan masing-masing satu dari Raul Meireles serta Branislav Ivanovic. Salomon Kalou menambah duka Genk di menit ke-72.
Arsitek kubu tamu, Mario Been, mengakui pasukannya sulit berbuat banyak di hadapan Chelsea, yang levelnya memang di atas Genk. Absennya sederet punggawa kian menambah problem. Jelas saya merasa kecewa. Chelsea adalah tim yang datang dari level berbeda ketimbang kami. Anda mesti jujur dan mengakui itu, kata sang pelatih.
Sangat disayangkan kami kehilangan begitu banyak pemain, terutama di sentral pertahanan. Semua gol datang dari tengah, di mana kami penempatan posisi kami tak cukup baik. Ini terkait erat dengan para pemain yang tak terbiasa bermain bersama dan juga mereka yang tak terbiasa bermain di posisi tersebut, jelas orang Belanda ini.
Sayang sekali kami begitu cepat kebobolan dan dalam sepuluh menit kami sudah tertinggal 2-0. Setelah itu Anda hanya bisa mengkhawairkan keadaan yang lebih buruk. Untungnya skor ‘cuma’ 4-0 saat half-time. Di babak kedua kami bermain jauh lebih baik. Ini adalah momen pembelajaran. Kami mesti lebih matang bila ingin mencapai level ini, itu pun kalau mungkin, tandas Been.